Blogger news

Minggu, 29 April 2012

Cara Mempercepat Koneksi SmartFren

Cara Mempercepat Koneksi SmartFren

Cara Mempercepat Koneksi SmartFren – Hallo kali ini saya akan mengulas tentang Iklan yang sering banget muncul di TV yang bilangnya Internet no Lelet ya smartfren. Pasti ada semua tau kan sama iklan tersebut? Nah kebetulan banget nieh, Jika anda pemakai modem Smart Fren, saya akan membagi-bagi Tips tentang Cara Mempercepat Koneksi Internet SmartFren. hehehe..itung-itung juga cari amal lah.

Ngomong- ngomong ada sadar gak mengapa Cara Mempercepat Koneksi Modem SmartFren ini kok muncul? Pasti ada semua sudah terhipnotis dengan iklan yang di Televisi. Banyak orang bilang, Smart Fren hanya Omong doang aja kalo koneksi Internetnya lelet. ANggapan yang seperti itu bisa di benarkan dan bisa di salahkan. Karena ada sebagian orang yang memakai smartfren,koneksi internetnya jadi cepat, ada juga yang sama halnya dengan merk lain yang lemot.
Perbedaan yang seperti itu wajar terjadi dikarenakan Smart Fren pun juga akan memilih pasar yang paling banyak banget menggunakan internet. Misalnya saja di pusat kota, di Ibu kota, atau di pedasaan yang memang sudah High teknologi. Itulah yang di bidik hampir seluruh fendor kartu. So, wajar saja jika kamu tinggal di desa trus internet nya lemot,jadi maklumi sajalah, atau jangan2 kamu pas tinggal di kota tapi tetep lemot , anda juga harus sabar, mungkin saking banyaknya pengguna Smart Fren jadi ya lemot. Koneksinya di bagi-bagi.hehe
 
Sebagai Konsumen kita di tuntut untuk memahami kekurangan yang seperti saya katakan di atas tadi, pada saat koneksi lemot kita di wajibkan harus berfikir positive kenapa kok terjadi hal yang sedemikian sehingga koneksi internet jadi lemot.Hal yang kayak gini ini lama-lama membuat para konsumen menjadi gerah dan memutuskan untuk pindah ke lain hati. Akan tetapi gak jauh beda dengan kartu lain, cuma iming-iming iklan saja,akan tetapi ujung-ujungnya lemot. Nah salah satu senjata untuk mensiasatinya adalah dengan cara mencari info tentang Cara Mempercepat Koneksi SmartFren.
mau tau bagaimana caranya? Berikut ini Tips dari saya.
Gambar Ini Bisa Anda Copy
Gambar Ini Bisa Anda Copy
Nah itulah sedikit Tips Cara Mempercepat Koneksi SmartFren. Semoga info ini bisa memberikan perubahan sedikit tentang masalah yang anda hadapi yaitu Koneksi SmartFren yang Lemot. Dan ingat, tidak ada koneksi secepat yang di Iklan itu kecuali Speedy. hehe..

10 Laptop Terbaik di Tahun 2012 dari Performa dan Kinerja


10 Laptop Terbaik di Tahun 2012 dari Performa dan Kinerja

Mungkin anda berencana membli laptop di tahun 2012 ini, dengan kian tajamnya persaingan laptop antar beberapa merek. Maka banyak produk - produk baru yang diciptakan dengan fitur dan spec yang mutakhir.
Jadi jika anda ingin membeli sebuah laptop yang akan memberi anda kepuasan, terutama anda pecinta performa dan kinerja yang tinggi dari sebuah hardware, mungkin 10 laptop ini bisa lebih memuaskan anda dari pada merek lain ..

10. Toshiba Qosmio X775-Q7272


Power adalah nama dari model tertentu dari Toshiba Qosmio.Processor Core i7 diikutkan dengan baik,didukung layar 17,3-inci besar, dan kapasitas hardisk 1000 GB / 1TB . juga dilengkapi dengan GeForce GTX 560M ,dengan kapasitas RAM 6 GB DDR3

Display: 17.3-inch Widescreen
Storage: 1.0 TB (500GB 7200rpm Serial ATA x2)
Processor: Intel Core i7-2630QM processor
Memory: 6GB DDR3 1333MHz
Graphics: NVIDIA GeForce GTX 560M w/NVIDIA Optimus Technology
Battery and Power: Li-Ion (47Wh, 8-Cell), 180W (19V x 9.5A) Auto-sensing,100-240V AC Adapter
Wireless: Wi-Fi® Wireless networking (802.11b/g/n)
Audio: Stereo Headphone Jack, Built-in microphone, Microphone input port with Sleep and Music, harman/kardon® stereo speakers

9. Samsung Series 3 NP350U2B-A01

konsumen menyukai laptop yang ringan, terutama jika gadget tersebut dipadukan dengan spec yang mumpuni, khususnya pada Samsung Series 3 NP350U2B-A01 dengan Prosessor Core i5,Intel GMA HD graphics card, dan HDD 500GB
DDR 3 dengan kapasitas 4 GB akan membuat kinerja laptop lebih cepat, laptop mungil ini lumayan gesit yang akan membuat penggunanya cukup puas

Display: 12.5-inch
Storage: 500GB
Processor: Intel® Core™ i5 2410M
Memory: 4GB DDR3
Graphics: Intel GMA HD
Battery and Power: 6Cell, 60W
Wireless: 802.11 a/b/g/n
Audio: 3 W Stereo Speaker (1.5 W x 2)

8. HP ProBook 4530s-XU015UT

Jika anda mencari laptop dengan penampilan yang mewah dan lux, maka HP ProBook 4530s-XU015UT tidak akan mengecewakan anda. Dengan body yang lumayan cantik, spec laptop ini masih bersaing di kelasnya.
Keyboard yang user-friendly seperti tidak membuat slip jari dan speaker fenomenal, berkat fitur SRS yang disertakan. Laptop ini terlihat sangat mahal karena penampilannya


Display: 15.6-inch HD
Storage: 320GB 7200rpm SATA
Processor: Intel Core i3-2310M 2.1GHz
Memory: 4GB DDR3 1333MHz
Graphics: Intel HD Graphics 3000
Battery and Power: 6-cell (47 WHr) Li-Ion, 65-watt AC adapter
Wireless: Atheros 802.11b/g/n
Audio: SRS Premium Sound Integrated microphone

7. Lenovo G770-10372KU

Meski penampilannya yang lumayan besar karena Lenovo G770-10372KU mempunyai layar 17.3-inchi dipadukan dengan prosesor i5, laptop ini masih sangat diminati karena baterainya yang tahan lama bisa 4-5 jam pada maksimum pada grafik, suara , dan tugas multifungsi pada laptop.

Salah satu fitur yang menjanjikan di laptop ini adalah bahwa Anda dapat beralih kinerja grafis didasarkan pada program yang Anda gunakan, tanpa perlu manual rute informasi melalui setting.

Display: 17.3-inch
Storage: 750GB 5400rpm SATA
Processor: Intel Core i5-2410M 2.30GHz
Memory: 6GB DDR3 1333MHz
Graphics: AMD Radeon HD 6650M 1GB DDR3 VRAM
Battery and Power: 6-cell Lithium Ion (48 WHr)
Wireless: 802.11b/g/n Wireless LAN
Audio: Integrated Sound card, Internal 2 x 1.5W speakers

6. Acer AS7741G-6426

Acer AS7741G-6426 juga mengikuti tren menggunakan layar besar dalam menampilkan gambar yang tajam dan jernih ketika anda sedang menikmati video dan gambar kualitas HD .Berkat Core i5, RAM 4GB, dan VGA Radeon HD 6550M 1GB DDR3 SDRAM, kinerjanya menjadi mulus.

Display: 17.3-inch Active Matrix TFT
Storage: 640 GB 5400rpm Serial ATA
Processor: Intel Core i5-480M 2.66 GHz
Memory: 4 GB DDR3 SDRAM
Graphics: Radeon HD 6550M 1GB DDR3 SDRAM
Battery and Power: 6-cell Lithium Ion (Li-Ion), 4400 mAh
Wireless: Acer InviLink Nplify IEEE 802.11b/g/n

5. HP Pavilion DV6-6140us

Selain melakukan kerja pada dokumen, presentasi, dan spreadsheet di laptop, itu juga telah berubah menjadi pusat media all-in-one untuk memutar film, musik, dan bahkan dalam bermain game. HP Pavilion DV6 pasti menyenangkan untuk para pengamat dan penggemar musik dengan audiophiles , berkat Audio Beats termasuk dalam sistem.

Display: 15.6-inch
Storage: 640GB 5400rpm SATA
Processor: AMD A-Series A8-3500M 1.5GHz
Memory: 6GB DDR3
Graphics: Integrated AMD Radeon HD 6620G Discrete-Class Graphics
Battery and Power: 6-Cell 55WHr Lithium-Ion Battery, 65-watt AC adapter
Wireless: 802.11b/g/n Wireless LAN
Audio: Beats Audio, Integrated digital microphone, Internal Speakers

4.Acer Aspire TimelineX AS1830T-6651

Acer Aspire TimelineX AS1830T-6651 ini dicintai karena ukuran, berat, dan kinerja yang tanpa kompromi disamping penampilan luarnya. baterai yang kuat yang bisa bertahan selama lebih dari 5 jam. Juga Audionya pasti akan membuat anda terkezut !

Display: 11.6-inch
Storage: 500GB 5400rpm SATA
Processor: Intel Core i5-470UM 1.33GHz
Memory: 4GB
Graphics: Intel HD Graphics
Battery and Power: 6-cell Li-ion Battery (5800 mAh)
Wireless: 802.11b/g/n Wireless LAN
Audio: Optimized 2nd Generation Dolby Sound Room audio enhancement, featuring Dolby Headphone, Dolby Natural Bass, Dolby Sound Space ExpanderHeadphone, Dolby Natural Bass, Suara Dolby Ruang Expander


3. ThinkPad X120e 05962RU

Untuk layar 11.6 inci, ruang hard disk 320GB, prosesorAMD Fusion Dual-Core Processor E-350 1.6GHz, RAM 4GB, dan sebuah AMD Radeon HD 6310 untuk grafis lebih dari cukup untuk menghibur karena processor yang agak kecil. Ya, itu tidak hanya tampak kecil untuk kenyamanan, tapi setiap bagian dari itu akan membuat Anda merasa nyaman, berkat kinerja di setiap bagian, dari kamera, sampai kipas dari CPU.

Display: 11.6-inch
Storage: 320GB 7200rpm SATA
Processor: AMD Fusion Dual-Core Processor E-350 1.6GHz
Memory: 4GB DDR 1333MHz
Graphics: AMD Radeon HD 6310
Battery and Power: 6-cell lithium ion, 65-watt AC adapter
Wireless: 802.11b/g/n Wireless LAN
Audio: High Definition (HD) Audio, Built-in digital mono microphone, Internal stereo speakers, 1 watt x 2

2. Apple MacBook Air MC965LL/A

Ironis untuk sebuah fakta bahwa model lain lebih baik dari apa yang dilakukan dari Apple MacBook Air MC965LL/A, tapi laptop ini disukai oleh lebih banyak orang. Banyak pengguna yang mungkin kecewa dengan penyimpanan internal 128GB, tapi mengetahui itu MacBook Air lebih dari cukup kepuasan.

Display: 13.3-inch Wide XGA+
Storage: 128GB SSD
Processor: Intel Core i5 1.7GHz
Memory: 4GB DDR3 1333MHz
Graphics: Intel HD Graphics 3000
Wireless: 802.11a/b/g/n Wireless LAN
Audio: Omnidirectional microphone, Support for Apple Earphones with Remote and Mic, Built-in stereo speakers

1. Apple MacBook Pro MD314LL/A

Tidak peduli apa jenis perangkat itu, apakah iPad, iPhone, atau iPod Touch, perangkat Apple hampir selalu di bagian atas daftar, berkat, reputasi kualitas, dan nilai. Namun, tidak seperti MacBook Air terbaru, MacBook Pro mempunyai kapasitas yang lebih besar pada setiap aspek dari penyimpanan, prosesor, dan bahkan memori.
Tidak ada ruang untuk keraguan tentang ini.dan bahkan tahun lalu MacBook pro termasuk dalam daftar sebagai salah satu laptop terbaik juga.

Display: 13.3-inch
Storage: 750GB 5400rpm Serial ATA
Processor: Intel Core i7 2.8GHz Dual-core
Memory: 4GB DDR3 1333MHz SDRAM
Graphics: Intel HD Graphics 3000
Battery and Power: 60W MagSafe Power Adapter, AC wall plug, power cord
Wireless: 802.11a/b/g/n Wireless LAN
Audio: Stereo speakers with subwoofer, omnidirectional microphone, combined headphone/line in


KEYWORDS: LAPTOP TERCEPAT 2012,10 LAPTOP TERBAIK, LAPTOP 2012,LAPTOP TERBAIK 2012, LAPTOP BARU 2012, SPEC LAPTOP BARU, SPEC LAPTOP TERCEPAT, SPEC LAPTOP TERBAIK,LAPTOP INDONESIA 2012

Kamis, 19 April 2012

PERBANDINGAN WINDOWS XP,VISTA,WINDOWS 7, DAN LINUX

Windows XP SP3
Windows XP Service Pack 3 (SP3), tidak banyak memiliki perubahan dibandingkan dengan XP Service Pack 2, hanya saja terdapat beberapa peningkatan security termasuk yang telah diterapkan pada Vista yang juga diimplementasikan dalam SP3 ini.
Untuk pendistribusian Windows XP SP3, Microsoft menggunakan cara yang lebih mudah dibandingkan dengan operating system mereka lainnya. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa Windows XP yang terinstall dalam komputer kamu harus merupakan produk original, sehingga kamu bisa mendownload paket SP3.exe file ini secara langsung dan kemudian mengistallnya. Ukuran dile downloadable Windows XP SP3 ini hanya sekitar 65.6 MB. Dibutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk menginstallnya. Tetapi Microsoft tentu saja tidak meninggalkan cara lama untuk mendistribusikan SP3 ini, yakni dengan menjual paket Windows XP SP3 integrated.
Setelah SP3 terinstall, jangan heran jika kamu tidak menemukan perubahan berarti pada tampilannya. Satu – satunya yang bisa dikenali bahwa komputer kamu telah terinstall XP SP3 adalah pada System Properties dan di sana akan tertera “Windows XP SP3″.
Salah satu yang patut di puji dari WIndows XP SP3 ini adalah kamu bisa langsung menginstallnya meski tidak memiliki product key, sehingga kamu bisa mencobanya untuk pemakaian selama 30 hari. tentusaja jika kamu melakukan upgrade instalasion daro SP1 atau SP2, kamu tidak perlu lagi memasukan product key lagi.
Windows Vista SP1
Karena Windows Vista SP2 belum resmi diluncurkan oleh Microsoft, Vista SP1 lah yang akan kita gunakan sebagai perbandingan diantara tiga Operating System Microsoft ini. Dalam Vista SP1 sendiri terdapat peningkatan pada reliabilitas, security, dan performa, dan sedikit perubahan yang ada pada interface dan fiturnya.
Seperti halnya SP pada umumnya, Vista SP1 merupakan perubahan besar yang menutupi dan memperbaiki beberapa kekurangan yang ada pada Vista sebelumnya, tetapi bukan merupakan perubahan yang besar dari keseluruhan operating system itu sendiri.
Salah satu yang bisa dirasakan Vista SP1 adalah performa yang meningkat dibandingkan dengan versi sebelumnya, dimana hal ini dapat dipantau dari kecepatan file saat di copy antara local disk dan atau pada jaringan. Peningkatan kecepatan file dalam penyalinan data ini bisa mencapai 50%.
Untuk interface dan fitur – fitur lainnya tidak ada perubahan dari Vista sebelumnya dibandingkan dengan SP1 ini. Tapi penggunaan interface yang lebih sederhana, sebut saja dengan menonaktifkan theme Windows Classic, bisa membantu meningkatkan performa komputer kamu.
Windows 7 RC1
Telah dicoba untuk menginstal Windows 7 RC1 pada komputer dengan spesifikasi processor Core 2 Duo E4500 2.20 GHz, motherboard ASUS P5GC-MX/1333, memory 1 GB, Video Card : ATI RADEON HD 2600 XT, HDD Seagate 160 GB. Dengan spesifikasi tersebut, operating system ini bekerja dengan cepat, bahkan sangat signifikan dibandingkan dengan performa menggunakan Windows Vista SP1. Hal ini bisa dilihat dari instalasi Windows 7 RC1 dengan instalasi Vista SP1 yang terpaut sekitar 5-10 menit lebih cepat.
Saat melakukan instalasi pun, Windows 7 dapat mengenali beberapa driver yang sedikit “rumit”, sepertivideo card dan network adapter. Dengan demikian semenjak instalasi pertama pun, kamu bisa menggunakan resolusi tertinggi yang dapat disupport oleh
Disini kami akan memberikan sedikit perbandingan dari sebuah komputer yang sama dengan tiga partisi HDD, yang kamu install tiga operating system tersebut, yakni WIndows XP SP3, Windows Vista Ultimate SP1, dan Windows 7 RC1. Kami melakukan uji coba dari waktu yang dibutuhkan untuk:
  1. Instalasi OS
  2. Startup
  3. Proses extract file 11.7 GB ke local drive dengan WinRAR
  4. Proses membuka file PSD pada Adobe Photoshop CS3 sebesar 50.6 MB (komplesk dengan multiple layer, mask, text, dan lain – lain)
  5. Proses menyalin data 2 GB ke local driveProses menyalin data 100MB ke local drive
Spesifikasi komputer yang kami gunakan:
* Processor : Core 2 Duo E4500 2.20 GH
* Motherboard : ASUS P5GC-MX/1333
* Memory : 1 GB
* Video card : Sapphire ATI RADEON HD 2600 XT
* HDD : Seagate 160 GB
1. Instalasi OS Instalasi Windows XP Profesional SP3
Sepertinya tidak perlu diceritakan panjang lebar mengenai instalasi Windows XP, karena kami yakin, kamu juga merasakan betapa membosankannya menunggu instalasi Windows XP hingga selesai masuk kedalam desktop. Total waktu yang diperlukan semenjak komputer booting untuk melakukan instalasi hingga masuk ke dalam desktop awal XP memakan waktu sekitar 38 menit.
Instalasi Windows Vista Ultimate SP1
Instalasi Vista memang sejak awal memakan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan instalasi XP. Dengan content dan muatan seabrek, waktu yang dibutuhkan hampir mencapai separuh waktu yang dibutuhkan oleh XP. Pada system kami yang sebelumnya telah menginstal XP SP3, kami melakukan fresh install pada drive partisi yang kedua (drive D:). Proses instalasi sejak booting melalui DVD Vista installer hingga sampai pada Vista Welcome Screen pada desktop memakan waktu 22 menit.
Instalasi Windows 7 Ultimate RC1
Proses instalasi Windows 7 memiliki prosedur dan tampilan yang identik dengan instalasi Windows Vista. Hanya saja waktu yang diperlukan lebih singkat dibandingkan dengan Vista. Kami memerlukan waktu hanya sekitar 18 menit untuk melakukan instalasi W7 Ultimate RC1 pada komputer yang sama dalam drive ke tiga (drive E:). Waktu 18 menit tersebut termasuk waktu yang dibutuhkan untuk melakukan deteksi dan auto setting untuk terhubung pada jaringan. Bukan itu saja, driver – driver “minoritas” seperti Ethernet adapter dan juga video card sudah terisntall dengan sempurna. Terutama untuk video card, W7 langsung dapat memberikan driver yang benar untuk Sapphire ATI RADEON HD 2600 XT yang kami gunakan.
XP SP3 : 38 menit
Wista SP1 : 22 menit
W7 RC1 : 18 menit
2. Startup & Shutdown Time
Kami melakukan perbandingan di antara ketiga OS dengan menghitung waktu yang dibutuhkan untuk melakukan startup maupun shut down. Hal yang mengejutkan adalah meski memiliki performa yang lebih ringan saat digunakan untuk mengolah dokumen atau menjalankan program, ternyata Windows 7 RC1 memiliki waktu shutdown yang lebih lama dibandingkan dengan XP SP3 maupun Vista SP1, meskipun untuk waktu startup W7 berada di posisi kedua setelah Vista. XP SP3 membutuhkan waktu 50 detik untuk startup, Vista SP1 31 detik, dan  W7 35 detik. Sedangkan untuk waktu shutdown, XP SP3 memakan waktu 11 detik, Vista SP1 9 detik, dan W7 RC1 23 detik.
XP SP3 startup          : 50 detik
Vista SP1 startup      : 31 detik
W7 RC1 startup        : 35 detik
XP SP3 shutdown     : 11 detik
Vista SP1 shutdown : 9 detik
W7 RC1 shutdown : 23 detik
3. Proses extract file 11.7 GB ke local drive dengan WinRAR
Kami menggunakan file berekstensi RAR berukuran 11.7 GB yang kami coba extract dengan WinRAR. Rupa – rupanya di sini kembali Windows 7 RC1 memiliki waktu tempuh yang masih kalah dibandingkan dengan Vista. Vista SP1 hanya membutuhkan waktu 5 menit, W7 memakan waktu 6 menit, dan XP SP3 harus mengekstark nya selama 7 menit.
XP SP3 : 7 menit
Vista SP1 : 5 menit
W7 RC1 : 6 menit

4. Proses membuka file PSD pada Adobe Photoshop CS3 sebesar 50.6 MB
Kami mencoba membuka sebuah dokumen PSD dengan ukuran 50.6 menggunakan Adobe Photoshop CS3 dan ternyata waktu yang dibutuhkan adalah 28 detik untuk XP SP3, 30 detik untuk Windows 7 RC1, dan 32 detik utnuk Vista SP1. Ketiga waktu yang dicatat tidak terlampau jauh di antara ketiga OS.

XP SP3           : 28 detik
Vista SP1        : 32 detik
W7 RC1         : 30 detik
5. Proses menyalin data 2.2 GB ke local drive
Proses penyalinan data berukuran 2.2 GB ke sesama local drive yang kami lakukan mendapatkan hasil pada XP SP3, waktu yang dibutuhkan adalah 2 menit. Pada Vista SP1 mencapai 1 menit 45 detik, dan pada W7 RC1 lebih cepat 30 detik dibandingkan waktu yang dibutuhkan oleh Vista.
XP SP3            : 2 menit
Vista SP1         : 1 menit 45 detik
W7 RC1         : 1 menit 10 detik
6. Proses menyalin data 100 MB ke local drive
Menyalin data sebesar 102 MB ke local drive diantara ketiganya hampir tak memiliki perbedaan waktu yang berarti. Pada penyalinan data ukuran besar baru akan terlihat perbedaan performa diantara ketiganya.
XP SP3            : 4 detik
Vista SP1        : 3 detik
W7 RC1         : 3 detik
Windows 7 tak lebih cepat dari Vista
Dari beberapa uji coba yang telah dilakukan diatas, pada beberapa kasus memang Windows 7 RC1 memiliki performa yang lebih cepat dibandingkan dengan XP SP3 maupun Vista SP1. Tetapi kedudukan ini pun masih harus berbagi dengan Vista SP1 yang pada beberapa kesempatan memiliki performa yang lebih gegas dibandingkan dengan Windows 7 RC1.
Ini tak ayal membuktikan bahwa meski diklaim memiliki performa yang lebih cepat dan ringan dibandingkan Vista, dan andaipun hal itu benar adanya, Windows 7 tidak terlalu jauh meninggalkan Vista dalam hal menyuguhkan performa yang lebih ringan> Tentu saja hal yang perlu diingat adalah semua juga tergantung pada spesifikasi komputer yang digunakan.
Kebutuhan Hardware Minimal
Sebelumnya telah dibahas (review singkat) tentang windows XP SP3, Windows Vista SP1, dan Windows RC1, sekarang kita coba menginformasikan kebutuhan hardware minimal untuk ke tiga sistem operasi tersebut.
Windows SP SP3
Windows XP SP3 tidak membutuhkan spesifikasi komputer yang terlampau tinggi. PC jadul yang kamu beli 10 tahun lalu pun sepertinya masih bisa mengakomodasi penggunaan XP SP3, dengan catatan bahwa processor yang dimilikinya minimal memiliki kecepatan 300MHz atau lebih, memory minimal 128MB, VGA dengan resolusi 800 x 600, kapasitas hard disk sekitar 2GB untuk instalasi XP dengan SP3, dan optical drive CD-ROM drive atau DVD drive.
Sedangkan untuk melakukan upgrade ke SP3, beberapa operating system yang dapat diupgrade langsung adalah :
* Windows XP Home Edition
* Windows XP Media Center Edition
* Windows XP Professional Edition
* Windows XP Service Pack 1
* Windows XP Service Pack 2
* Windows XP Starter Edition
* Windows XP Tablet PC Edition (akan diupgrade menjadi XP Tablet PC 2005)
Windows Vista SP1
Windows Vista SP1 juga memiliki spesifikasi yang belum berubah dari versi sebelumnya. Operating System yang memiliki slogan “Wow” ini memang membutuhkan spesifikasi yang membuat “wow” yang bisa jadi akan kamu ucapkan ketika menyimak spesifikasi minimum untuk Vista Premium karena memiliki kemampuan untuk menjalankan semua fitur Vista dengan optimal.
Pertama – tama adalah kebutuhan processor yang membutuhkan kecepatan minimal 1GHz, memory 1GB, video card yang mendukung DirectX 9.0 dan WDDM support (untuk menjalankan fitur aero) dengan memory VGA minimal 128MB, kapasitas hard disk sebesar 40 GB yang 15GB diantaranya khusus untuk instalasi Vista, serta optical drive berupa DVD drive untuk melakukan instalasi Vista.
Windows 7 RC1
Microsoft sejak lama mengatakan bahwa semua PC yang bisa menjalankan Vista dengan mulus, dipastikan akan bisa menjalankan Windows 7 dengan lebih ringan lagi. Bisa dikatakan bahwa kebutuhan minimal hardware untuk menjalankan Windows 7 juga tak akan jauh dari apa yang dibutuhkan oleh Windows Vista.
Dengan asumsi bahwa Windows 7 yang akan dijalankan adalah Windows 7 32 bit, maka kebutuhan yang dibutuhkan akan berupa processor dengan kecepatan 1GHz atau lebih, memory 1GB, video card dengan DirectX 9.0 dan memory 128MB WDDM, space hard disk untuk instalasi sebesar 16GB dan optical drive DVD drive.
Semakin mendekati peluncuran Windows 7 yang konon akan diluncurkan awal 2010 dan kini sudah beredar versi Release Candidate 1 (RC1) untuk uji coba, semakin banyak pula pertanyaan mengenai kelebihan Windows 7 dibandingkan dengan XP dan Vista. Lantas diantara ketiganya, mana yang sekiranya lebih memuaskan?
Ada yang mengatakan bahwa 7 lebih hehas performanya dibandingkan Vista, tetapi ada juga rumor yang mengklaim 7 akan lebih berat. Untuk kali ini, kami akan mencoba untuk melakukan perbandingan dari fitur, performa, dan juga plus minus antara Windows XP Professional SP3 (32 bit), Windows Vista Ultimate SP1 (32 bit), dan Windows 7 Ultimate RC1 (32 bit).
Review Singkat Windows XP SP3
Windows XP Service Pack 3 (SP3), tidak banyak memiliki perubahan dibandingkan dengan XP Service Pack 2, hanya saja terdapat beberapa peningkatan security termasuk yang telah diterapkan pada Vista yang juga diimplementasikan dalam SP3 ini.
Untuk pendistribusian Windows XP SP3, Microsoft menggunakan cara yang lebih mudah dibandingkan dengan operating system mereka lainnya. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa Windows XP yang terinstall dalam komputer kamu harus merupakan produk original, sehingga kamu bisa mendownload paket SP3.exe file ini secara langsung dan kemudian mengistallnya. Ukuran dile downloadable Windows XP SP3 ini hanya sekitar 65.6 MB. Dibutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk menginstallnya. Tetapi Microsoft tentu saja tidak meninggalkan cara lama untuk mendistribusikan SP3 ini, yakni dengan menjual paket Windows XP SP3 integrated.
Setelah SP3 terinstall, jangan heran jika kamu tidak menemukan perubahan berarti pada tampilannya. Satu – satunya yang bisa dikenali bahwa komputer kamu telah terinstall XP SP3 adalah pada System Properties dan di sana akan tertera “Windows XP SP3″.
Salah satu yang patut di puji dari WIndows XP SP3 ini adalah kamu bisa langsung menginstallnya meski tidak memiliki product key, sehingga kamu bisa mencobanya untuk pemakaian selama 30 hari. tentusaja jika kamu melakukan upgrade instalasion daro SP1 atau SP2, kamu tidak perlu lagi memasukan product key lagi.


Windows Vista SP1

Karena Windows Vista SP2 belum resmi diluncurkan oleh Microsoft, Vista SP1 lah yang akan kita gunakan sebagai perbandingan diantara tiga Operating System Microsoft ini. Dalam Vista SP1 sendiri terdapat peningkatan pada reliabilitas, security, dan performa, dan sedikit perubahan yang ada pada interface dan fiturnya.
Seperti halnya SP pada umumnya, Vista SP1 merupakan perubahan besar yang menutupi dan memperbaiki beberapa kekurangan yang ada pada Vista sebelumnya, tetapi bukan merupakan perubahan yang besar dari keseluruhan operating system itu sendiri.
Salah satu yang bisa dirasakan Vista SP1 adalah performa yang meningkat dibandingkan dengan versi sebelumnya, dimana hal ini dapat dipantau dari kecepatan file saat di copy antara local disk dan atau pada jaringan. Peningkatan kecepatan file dalam penyalinan data ini bisa mencapai 50%.
Untuk interface dan fitur – fitur lainnya tidak ada perubahan dari Vista sebelumnya dibandingkan dengan SP1 ini. Tapi penggunaan interface yang lebih sederhana, sebut saja dengan menonaktifkan theme Windows Classic, bisa membantu meningkatkan performa komputer kamu.
Windows 7 RC1
Telah dicoba untuk menginstal Windows 7 RC1 pada komputer dengan spesifikasi processor Core 2 Duo E4500 2.20 GHz, motherboard ASUS P5GC-MX/1333, memory 1 GB, Video Card : ATI RADEON HD 2600 XT, HDD Seagate 160 GB. Dengan spesifikasi tersebut, operating system ini bekerja dengan cepat, bahkan sangat signifikan dibandingkan dengan performa menggunakan Windows Vista SP1. Hal ini bisa dilihat dari instalasi Windows 7 RC1 dengan instalasi Vista SP1 yang terpaut sekitar 5-10 menit lebih cepat.
Saat melakukan instalasi pun, Windows 7 dapat mengenali beberapa driver yang sedikit “rumit”, sepertivideo card dan network adapter. Dengan demikian semenjak instalasi pertama pun, kamu bisa menggunakan resolusi tertinggi yang dapat disupport oleh video card kamu, dan juga langsung suao untuk terhubung dalam jaringan berkabel.

Sistem Keamanan
Windows XP SP3
Mengadaptasi Security dari Vista XP SP3 lebih melengkapi faktor security yang telah disediakan semenjak XP SP2, melalui menu dalam control panel yang bernama Windows Security Center. Di dalamnya terdapat pilihan untuk mengatur Windows Update, Windows Firewall, dan ketersediaan dari paket software anti-virus untuk melindungi system. Sedangkan di dalam SP3 sendiri terdapat beberapa update yang tidak ada di SP2, diantaranya adalah :
-   Network Access Protection Compatibility (NAP) yang merupakan fitur yang memungkinkan komputer untuk menjalankan fitur NAP dalam, Windows Server 2008. Fitur ini merupakan adaptasi dari fitur yang sama dalam Windows Vista.
-   Kernel Mode Cryptographic Module Fitur ini adalah metode untuk menggabungkan beberapa algoritma dari data kriptografi yang berbeda. Tak banyak berguna untuk home user, kecuali bagi mereka yang berprofesi sebagai IT profesional
-   “Black hole” router detection algorithm Untuk mendeteksi router yang memberikan paket data. Fitur ini juga ada pada Windows Vista.
-   Digital Identity Management Service (DIMS) Fitur untuk mengamankan data saat user melakukan login pada komputer berbasis domain
-   Wi-Fi Protected Access 2 (WPA2) Fitur ini menambahkan support untuk WPA2, atau IEE 802.11i standard. Tingkat security untuk komunikasi wireless ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan XP SP2 yang belum menyentuh sisi security dibidang ini.
Windows Vista SP1
User Account Control Yang bikin Dongkol Faktor security yang ditingkatkan merupakan salah satu tujuan utama dari keberadaan Vista untuk perbaikan security dari XP. Meski dimaksudkan untuk membentengi system dari celah – celah “rawan”, tetapi banyak yang merasakan ketetnya security dalam Vista ini sebagi sesuatu yang menggangu. terutama untuk fitur User Account Control.
User Account Control (UAC) merupakan fitur security yang paling menonjol yang memungkinkan bagi user untuk membatasi hak – hak penggunaan komputer oleh user lainnya, misalnya untuk memblokir beberapa program untuk digunakan oleh user lainnya, atau mencegah user lain untuk melakukan perubahan setting atau perubahan dokumen.
Dalam Windows Vista, saat terdapat sebuah tindakan yang membutuhkan otoritasi yang bersifat administratif, maka system akan memunculkan prompt untuk untuk memasukan administrator username beserta passwordnya sebelum tindakan tersebut dapat dilakukan. Hanya saja, meski seorang user dengan posisi sebagai administrator dalam system yang menggunakan Vista, prompt ini masih dimunculkan dengan pilihan Continue untuk mengkonfirmasikan tindakan tersebut. Inilah yang kadang dirasakan sebagai hal yang mengganggu ketika harus bekerja dengan Vista.
Penggunaan regular seperti menjalankan program, mencetak melalui printer, atau menjelajah internet tidak memunculkan UAC prompt. User Account Control hanya akan muncul untuk beberapa program yang dicurigai ditunggangi oleh malware.
Security dalam menjelajahi Internet dalam Vista juga dapat diatur melalui Internet Explorer 7 yang memiliki fitur security seperti phishing filter, IDN dengan kemampuan anti-spoofing, dan integrasi terhadap filter Parental Controls. Internet Explorer secara default akan dijalankan dalam protect mode, dengan tingkat permission yang rendah.
Untuk Windows Vista versi lainnya sudah mendukung penggunaan Encrypting File System untuk melakukan enkripsi penggunaan Encrypting File System untuk melakukan enkripsi file, sedangkan untuk Enterprise dan Ultimate memiliki fitur khusus yang bernama BitLocker Drive Encryption yang dapat melindungi keseluruhan volume hard drive. Cara kerjanya adalah BitLocker membutuhkan space khusus sekitar 1.5GB partisi untuk digunakan secara permanen bagi data yang belum di enkripsi dan untuk menyimpan system file yang diperlukan bagi Windows untuk melakukan boot. BitLocker dapat berkonjungsi dengan Trusted Platform Module (TPM) cryptoprocessor (version 1.2) yang telah ada pada system motherboard, atau melalui USB key.
Untuk menangani permasalahan network, Windows Firewall telah ditingkatkan dengan fitur baru yang mensupport filtering yang dapat digunakan untuk mengijinkan atau menolak komunikasi dari perangkat luar.
Windows 7 RC1
Lebih Ketat dan Bersahabat dari Vista Security Center, yang pertama kali terdapat pada Windows XP SP2, kini sudah berganti menjadi “Action Center” yang mempersatukan 10 dari fitur security utama Windows: Security Center, Problem, reports, and Solutions; Windows Defender; Windows Update; Diagnostics; Network Access Protection; Backup and Restore; recovery; dan tentu saja User Account Control.
Permasalahan yang mengganggu pada user Account Control (UAC) didalam Vista terdahulu dimana sering kali muncul UAC prompt saat ini melakukan sesuatu, dalam Windows 7, user dapat mengubah setting kemunculan prompt ini dengan mudah melalui slider control, yang tentu saja hanya bisa dilakukan oleh user dengan kewenangan administratif. Microsoft mengklaim bahwa UAC harus tetap dipertahankan untuk melindungi system dari malware, dengan menyembunyikan alert ketika terdapat malware yang terdeteksi sehingga user tidak akan merasa terganggu.
Windows 7 juga memiliki Windows Filtering Platform (WFP). Fitur ini memungkinkan bagi program firewall third party untuk menunjang fungsi Windows Firewall, baik untuk digunakan secara individual atau digunakan secara individual atau digunakan secara bersamaan dengan Windows Firewall yang sudah tersedia.
Bitlocker drive encryption kini lebih ditingkatkan dengan support untuk drive dari removable storage device, seperti flash drive dan juga portable hard drive. Ini berarti user dapat mengamankan data dari semua media penyimpanan dalam skala yang lebih luas.
Fitur Biometric merupakan salah satu fitur baru dalam security, dimana user dapat mengatur konfigurasi untuk mengenali fingerprint data yang tersimpan dikomputer dan untuk digunakan sebagai salah satu cara teraman untuk melakukan log on pada Windows 7.

Selasa, 10 April 2012

Resensi buku komputer

Judul Buku : Mengenal Hardware-Software dan Penegelolaan Instalasi Komputer Penulis: Melwin Syarizal Daulay
Penerbit: Andi Yogyakarta
Tahun Terbit : 2007 ISBN : 978-979-29-0218-1
Jumlah Halaman:320 Halaman
Dimensi: 16x23 cm
Diskripsi: Bagi Anda yang ingin menambah pengetahuan tentang seluk-beluk komputer dan lebih jauh lagi bisa merakit atau sekedar mengotak-atik komputer,maka buku Mengenal Hardware-Software & Pengelolaan Instalasi Komputer, terbitan Andi ,Yogyakarta ini layak untuk dijadikan pedoman atau panduan yang sangat bagus. Dalam buku ini dibahas antara lain pada bab I membahas secara mendalam mengenai sejarah Teknologi Informasi dan Komputer, disini dijelaskan sejak jaman prasejarah yaitu sekitar sebelum 3000 SM,kemudian masa Sejarah yaitu berkisar tahun 3000 SM a/d 1400-an Masehi,dan Masa Modern sekitar tahun 1400-an Masei s/d sekarang.


Dalam sejarah awalnya komputer, Komputer Elektronik dan lahirnya Komputer PC,kemudian dibahas mengenai sytem komputer yang terdiri dari Perangkat Keras,perangkat Lunak dan Sumber daya manusia sebagai pengguna komputer itu sendiri. Pada bab II dibahas mengenai Hardware komputer yang terdiri dari Casing, & Power supply,
Casing
Casing dan power supply disebut juga unit sistem. Casing adalah sebuah kotak yang mewadahi chip prosesor (CPU), chip memori, dan motherboard serta dilengkapi dengan power supply. Kadang-kadang casing juga berisi alat penyimpan sekunder. Casing terdapat pada komputer model desktop atau tower. Casing berisi power supply dan kipas untuk mencegah panah berlebih.
Power Supply
Arus listrik yang diperoleh dari stop kontak rumah adalah arus bolak-balik (AC, alternating current), sedangkan listrik yang dibutuhkan mikrokomputer adalah arus searah (DC, direct current) untuk itu dibutuhkan power supply.

kemudian bab III dijelaskan secara mendetail beserta gambar-gambar komponen moherboard.

Motherboard alias mainboard alias system board, ketiganya mengacu pada satu barang yang sama, yakni sebuah papan sirkuit dan panel-panel elektronik yang menggerakan system PC secara keseluruhan. Secara prinsip, sebuah motherboard terdiri atas beberapa bagian yakni system CPU (prosesor), sirkuit clock/timing, Ram, Cache, ROM BIOS, I/O port seperti port serial, port pararel, slot ekspansi, prot IDE. 

pro1.gif   pro2.gif

Yang perlu diperhatikan!

 Terutama sekali, sedikitnya ada 7 hal yang harus diperhatikan pada sebuah motherboard. Ketujuh komponen tersebut adalah :
  1. Chipset
  2. Tipe CPU
  3. Slot dan tipe memori
  4. Cache memory
  5. Sistem BIOS
  6. Slot ekspansi
  7. Port I/O
 Dari sinilah sesungguhnya problem pada sebuah system PC bisa dilacak atau dideteksi. Kerusakan di luar 7 komponen tersebut biasanya jarang terjadi. Kemungkinan yang lain, bila ketujuh komponen ini terlihat beres-beres saja, patut diduga bahwa masalahnya terletak pada arsitektur motherboard itu sendiri, entah sirkuit-sirkuitnya, atau komponen-komponen yang dipergunakannya.   
Bab IV kusus membahas Prosesor, disini dibahas mengenai kecepatan prosesor vs kecepatan motherboard. Kemudian mengenal lebih jauh mengenai prosesor Desktop dan server.
Bab V membahas memori baik SRAM dan DRAM dan floppy disk,Optical Disk,Hardisk dan Extention Memory.
Pada Bab VI mengenai Video graphic Adapter yaitu VGA,AGP dan PCI Exspress
-VGA Jenis AGP, awal dibuatnya vga agp, karena peningkatan yang signifikan terhadap transfer data dari memory, cpu ke peralatan display, sehingga dibuatkan slot agp untuk memasang vga kenis agp, vga agp diluncurkan berdasarkan nilai voltase yang digunakan, yaitu agp 1x dan 2x dengan voltase 3.3 v, sedangkan 4x dan 8x 1,5 volt. vga agp terakhir yang muncul adalah jenis pro dan pro universal dengan kemampuan 3.3 dan 1,5 volt. Ciri-ciri vga ini adalah bentuk pin-nya yang vertikal dengan bentuk mirip formasi sarang lebah.

-VGA PCI Express, perkembangan slot pci selanjutnya memiliki kemampuan yang luar biasa, dengan nama PCI Express, dirancang untuk memasang peralatan-peralatan mutakhir, 2 versi slot PCI Express yang terkenal adalah PCI Express 1 x dan 16 x, PCI Express 16 x digunakan khusus untuk memasang vga jenis PCI Express, dan 1x untuk keperluan memasang peralatan-peralatan tambahan. Ciri fisik vga jenis pci express adalah dengan melihat bentuknya yang memiliki bentuk kebalikan dari PCI biasa.
Bab VII kusus Sound Adapter


Bab VIIImengenai monitor dilanjutkan Instalasi PC dan pinsip kerja komputer.

pesan penulis :Bagi pemula dan umum sangat berguna sekali untuk bisa menguasai seluk-beluk komputer, sehingga bila pada saat penggunaan dalam sehari-hari menemui masalah yang sifatnya ringan bisa diperbaiki sendiri dan bahkan nantinya asal ada kemauan dan mau berpraktek akan bisa merakit komputer sendiri. Selain buku, disertai juga CD panduan merakit komputer dari persiapan casing,pemasangan motherboar,Floppy disk,hardisk dan kabel-kabel powernya sampai dengan instalasi pogram windowsnya, pokoknya lengkap dan praktis. Dan tujuan buku ini sendiri memang untuk melahirkan praktisi-praktisi komputer sehingga bisa menggunakan komputer,merawat dan merakit komputer


Selasa, 03 April 2012

melakukan pengistalan os berbasis gui

jangan coba coba coppass yau by dutocool
Kelompok kami telah berhasil menyelesaikan proses penginstalan system operasi berbasis GUI (graphical user interface). Windows xp servicepack 3.
Saya dan teman teman sekelompok saya yaitu: Aldi H. Duto P. Yohanes R. adalah Kelompok yang Telah Berhasil Menyelesaikannya.
Dan Inilah Langkah-langkah Penginstalannya:
1.     Booting/MeRestart PC
2.    Masuk ke Menu BIOS Setting dengan Menekan Tombol Del.

    
3. Memilih Menu BOOT




4.   Memilih Menu Boot Device Priority



5.     Memastikan “1st Boot Device” [ CD Rom : xxxx ] atau Sesuai Code CD Rom Masing-Masing.




6.     Memasukan CD Installer SO


7. Simpan Perubahan Setting dengan Menekan F10 lalu Enter

8.     Sistem Akan Reboot/ Booting Ulang

9.    Bila Tampil “Press Any…….” Lalu tekan Enter


10.     Kemudian akan tampil program pembagian partisi


11.     Kemudian akan tampil program pembagian partisi




12. Kemudian Menekan Enter dan L


13.     Kemudian muncul layar format lalu tekan enter dan akan mucul tampilan


14. Setelah selesai tekan enter dan akan masuk proses penginstalan


15. Kemudian setelah selesai akan masuk ke windows XP






16.     Setelah loading awal selesai masuk ke pengaturan pengguna dan waktu







17.     Setelah loading awal selesai masuk ke pengaturan pengguna dan waktu




18.     Setelahnya masuk ke loading terakhir untuk menyelesaikan penginstalan




19.     Instalasi selesai
20.    Masuk ke perkenalan (klik next)




21.     Dan ke pemproteksian pc (klik next)



22. Muncul tulisan THANK YOU dan tekan finish




23.Proses penginstalan selesai, system operasi akan Reboot







 Proses penginstalan sistem operasi selesaidan siap digunakan ….









Terima Kasih



Command Line Interpreter (CLI) Pada Linux Ubuntu

Perintah Dasar Linux Ubuntu

Langsung ke pembahasan aja y bro..Pada saat pertama kali membuka terminal tulisan yang tampil adalah “namauser@namakomputer:~$”. Contoh di komputer saya yang tampil “helmstandart@ubuntu:~$” artinya helmstandart = username, ubuntu = nama komputer/hostname, ~ lokasi folder aktif sekarang berada di folder home si user, dan $ artinya sedang dalam posisi user biasa, jika bukan $ tetapi # berarti dalam posisi root(administrator).
File dan Folder

    Melihat petunjuk pemakaian perintah : $ man namaperintah. Contoh mau melihat manual perintah pwd : $ man pwd
    Melihat alamat folder aktif : $ pwd
    Pindah ke folder home si user : $ cd
    Pindah folder : $ cd foldertujuan. Contoh pindah ke folder /usr : $ cd /usr
    Pindah ke folder induk : $ cd .. [titik dua kali]. Contoh sekarang berada di folder /home/user/Documents/Data1/Data1a mau naik satu tingkat ke folder Data1 ketik $ cd ..
    Melihat isi folder : $ ls
    Tampilan juga disembunyikan file dan direktori tersembunyi :$ ls-a
    Untuk menampilkan list isi direktori:$ ls-l
    Membuat folder : $ mkdir namafolder
    Membuat/mengedit file menggunakan text editor : $ nano namafile.txt atau $ vi namafile.txt
    Melihat isi file text : $ cat namafile.txt atau $ more namafile.txt
    Mengcopy file/folder : $ cp sumberfile foldertujuan
    Merubah nama file/folder : $ mv namafileasli namafilebaru
    Memindahkan file/folder : $ mv sumber tujuan
    Hapus file : $ rm namafile
    Hapus folder : $ rm -rf folder
    Mencari file/folder : $ locate yang-dicari
    Mencari berkas – berkas tertentu pada suatu direktori : $ find  yang dicari
    Menampilkan nama file di halaman.Gunakan spacebar untuk melihat halaman berikutnya : $ more  nama_folder
     Tampilkan 10 baris pertama file : $ head filename
     Tampilkan 15 baris pertama file : $ head -15 filename
     Tampilkan 10 baris terakhir file : $ tail filename
     Tampilkan 15 baris terakhir file : $ tail -15 filename
     Menampilkan proses – proses yang sedang berjalan : $ ps
     Membersihkan layar : $ clear
     Keluar dari terminal : $ exit

Root

    Menjalankan perintah sebagai root : $ sudo namaperintah
    Beralih ke mode root : $ sudo su, setelah memasukkan password tanda $ akan berubah menjadi #
    Restart : $ sudo reboot
    Shutdown : $ sudo poweroff

Repostiroy dan Paket

    Update repository : $ sudo apt-get update
    Upgrade paket : $ sudo apt-get upgrade
    Install paket : $ sudo apt-get install nama-paket
    Uninstall paket : $ sudo apt-get remove nama-paket
    Install paket dari file .deb : $ sudo dpkg -i file-paket.deb

Kompresi File

    Membuat file zip dari file : $ zip output.zip sumber-file
    Membuat file zip dari direktori : $ zip -r output.zip sumber-direktori
    Mengekstrak file zip : $ unzip namafile.zip -d folder-tujuan
    Membuat file tar.gz : $ tar -cvzf output.tar.gz sumber-direktori
    Mengkstrak file tar.gz : $ tar xzvf file.tar.gz
    Mengekstrak file tar.gz dengan folder tujuan : $ tar xzvf file.tar.gz -C /folder/tujuan/harus/ada

rpm file

    Install rpm disebut package.rpm : $ rpm –hiv package.rpm
    Install rpm package.rpm disebut dalam cara memaksa : $ rpm –hiv –force package.rpm
    Upgrade rpm disebut package.rpm : $ rpm –hUf package.rpm
    Hapus rpm disebut package.rpm : $ rpm –e package.rpm
    Daftar file dalam belum diinstall rpm disebut package.rpm : $ rpm –qpil package
    Daftar file dalam diinstal rpm disebut package.rpm : $ rpm –ql package.rpm
    Daftar rpms diinstal containg string str : $ rpm –q str
    Menampilkan rpm yang berisi aplikasi application_name : $ rpm –qf /path/application_name

 Sistem Informasi

    Umum sistem informasi : $ uname -a
    Daftar tabel partisi : $ fdisk -l fdisk-l
    Menyalin nama file ke dalam direktori / path / dir_name : $ cp filename /path/dir_name cp
    Daftar filesystem penggunaan ruang disk : $ df -T -h
    Daftar perangkat PCI : $ lspci
    Daftar perangkat USB : $ lsusb
    Tampilan RAM + Pindah penggunaan : $ free -m

Jaringan dan Internet

    Cari path ke jaringan IP / hostname : $ traceroute
    Cek koneksi jaringan : $ ping nomer_ip
    Info settingan interface jaringan : $ ifconfig
    Download : $ wget http://website.com/file.zip

Menyiapkan Perawatan Periferal

Peralatan yang dibutuhkan untuk perawatan pariferal berdasarkan jenis dan fungsinya
 
- Penyedut debu mini
Penyedot debu mini hampir sama denngan kuas yang digunakan untuk menghilangkan debu.Namun Penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam.Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan keybord,fentilasi udara pada monitor dan pada fan atau kipas,bahkan sangat baik digunakan untuk membersihkan rangkaian motherboard
                                                        
 - Kuas
Kuas merupakan peralatan yang dugunakan untuk membersihkan debu atau kotoran yang tertinggal dalam pariferal.selain itu kuas juga digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menutup pada fentilasi pada monitor serta dapat juga digunakan untuk membersihkan bola mouse yang sudah mulai lambat untuk mouse lama.
                                                                  

- Kain kering atau tisu dan cairan pembersih
Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan kotoran cairan yang mungkin akibat sofdrink,tinta atau air hujan yang masih segar atau belum mengering.kotoran cair sangat berbahaya jika tidak segera dibersihkan karena jenis kotoran ini dapat menghantarkan arus sehingga dapet mengakibatkan hubungan arus pendek atau kerusakan pada periferal.tisu juga dapat digunakan untuk mempelancar aliran tinta pada cartridge printer injek,karena sifatnya yang mudah menyerap cairan.sedangkan cairan pembersih digunakan untuk membersihkan noda atau kotoran yang sudah mengering.

  




                                                        

Cara Membuat Link Wifi untuk Jarak jauh

Cara Membuat Link Wifi untuk Jarak jauh

Saya ada sebuah pertanyaan tentang Jaringan WiFi dari mas Bagoes lewat jejaring FB, mungkin lebih baik jawabnya saya share-kan disini saja. Pertanyaannya kurang lebih seperti ini : “Klo saya masang Antena WiFi dan saya mau ngincer area hotspot dalam jangkauan 20km bisa tidak ya? Dan Kalau dari tempat saya menuju area hotspot tidak terhalang (LoS) tapi Antena WiFi yang di pasang di tempat hotspot tersebut tidak tinggi dalam artian di pasang di atas genteng. Apa saya bisa menjangkau sinyal WiFi nya?” Jawabnya bisa Iya, bisa tidak, kerana ada hal-hal teknis yang perlu diperhatikan. Supaya lebih bermanfaat saya share-kan pengetahuan yang saya miliki disini.Sebuah record WiFi link yang saya ketahu bisa mencapai jarak 304 Km, namun hal tersebut tidak dapat dengan mudah dicapai ada analisa dan perhitungan serta penggunaan WiFi dan antena yang sesuai. Ada beberapa hal yang harus diketahui :
  1. Sebuah Access point (perangkat WiFi) mempuyai Daya yang beraneka mulai kurang dari 100 mWatt dan hingga lebih dari 1000 mWatt. Umumnya perangkat WiFi mempuyai daya 200 – 600 mWatt. Anda bisa lihat spesifikasi detail sebelum anda membeli WiFi. Ada perangkat WiFi yang tidak menuangkan daya dalam dB (Desibell) tidak mWatt, untuk konversi anda bisa memanfaatkan Konversi dB ke mWatt. Misalnya 600 mWatt akan setara dengan 27.78 dB.
  2. Dengan daya yang besar, secara umum daya akan terpancar relatif lebih jauh. Namun ingat di WiFi adalah band ISM, ada daya maksimal yang diperbolehkan, lebih detai bisa dilihat di EIRP.
  3. Sinyal WiFi menggunakan gelombang Mikro yang secara teori bisa maksimal jika merambat lurus tanpa halangan (LOS / line of Sight).
  4. Untuk mengarahkan pancaran WiFi anda berbagai jenis antena yang bisa digunakan, antena bawaan pada wifi (indoor) umumnya adalah anten Omni directional dengan gain kecil (gain diukur dalam dBm). Antena jenis lain adalaha antena pengarah, parabolik, sectoral, kaleng, dll. Yang mempunyai pola arahan sendiri-sendiri, sehingga misal kita tidak berada pada area yang “terarah oleh Antena” kemungkinan kita tidak akan menerima sinyak yang bagus, meskipun jaraknya jauh. dan sebaliknya, bisa jadi jarak yang jauh malah mendapatkan sinyal lebih bagus karena sesuai arah antenna.
  5. Hal yang lain, WiFi menggunakan frekuensi bebas (band ISM), sehingga akan banyak sinyal-sinyal Wifi yang mempunyai frekuensi (kanal yang sama). hal ini bisa jadi mengakibatkan terjadinya interferensi yang merusak akan menurunkan, atau saling mengganggu WiFi. perlu dilakukan survey untuk pemilihan kanal yang tepat. Kanal yang ada adalah 1-13 (di Indonesia setahu saya yang di ijikan hanya 1 – 11). Beda negara beda regulasi.
  6. Pada WiFi link jarak perbedaan pengarahan beberapa derajat saja mungkin bisa jadi menghilangkan atau menurunkan kualitas sinyal, oleh karena itu biasanya Antena WiFi terpasang pada tower yang permanen untuk mengurangi pergeseran yang tidak diharapkan.
Kembali ke pertanyaan diatas, mungkin saya coba ulas menurut pendapat dan pengalaman sedikit yang saya punya Jarak 20 Km relatif masih terjangkau oleh WiFi namun sudah mulai pada tingkatan sangat kritis dan ada pertanyaan yang mungkin perlu dicari tahu :
  1. Apakah daya WiFi cukup besar atau standar misalnya 400 atau 600 mWatt atau lebih, jika kurang mungkin agak susah.
  2. Apakah antena mengarah ke lokasi anda, jika iya ada kemungkinan bisa namun anda perlu menggunakan antenna seperti Grid, Solid Disk supaya daya lebih terfokus.
  3. Hal-hal tersebut diatas adalah pertimbangan teknis, Jawaban yang pasti adalah anda perlu melakukan survey sendiri untuk memastikan, mungkin bisa jadi anda akan mendapatkan sinyal tersebut meski dengan tidak sekali mencoba. Kalau anda yakin itu LOS ada harapan besar anda bisa terkoneksi dengan pertimbangan hal-hal diatas.

Antena Parabola TV yang di Modifikasi untuk WiFi
Update : 17 Februari 2010 :
Revisi, record Link WiFi terjauh yang saya ketahu adalah sejauh 382 Km, dipresentasikan pada 18 Mei 2007, Project ini didanai oleh ICA-IDRC. http://www.eslared.org.ve/english.htm
Update 12 April 2010 : Gambaran Diagram  link Wireless jarak-jauh bagi Pemula dan Perangkat yang dibutuhkan, silahkan request via Komentar dibawah ini.  Akan saya Kirimkan ke email anda.
Update 19 April 2010 : contoh peralatan yang dibutuhkan bisa dilihat di gambar berikut ini : Link dengan WiFi Membangun Link WiFi Internet Jarak Jauh
Update 21 September 2010
Berikut contoh Antena WiFi yang saya gunakan untuk Jarak jauh. Antena ini cukup bagus dengan harga yang sesuai dengan Kualitasnya. Nama Antena ini adalah Antena Solid Disk dengan merk Hyperlink dengan gain 27dBi dan bekerja pada WiFi 802.11a atau Pada Frekuensi sekitar 5 Ghz ( 5150 -5850 Mhz)


Antena Solid Disk 27 dBi (Parabola) untuk WiFi 5Ghz
 2009 Imam [at] Jogja