selamat berjumpa lagi kawan nama saya duto dari smk yadika 13, ok sekarang saya ingin berbagi informasi tentang PLC (Power Line Communicator) apakah itu PLC silahkan kalian baca di bawah ini yaa, kalo sudah jangan lupa follownya yaa :D
PLC (PowerLine Communication)
Tenaga listrik
yang dibangkitkan oleh pusat-pusat pembangkit pada proses
pendistribusiannya ke pelanggan dialirkan melalui jaringan transmisi
tenaga listrik.
Adapun pada prakteknya, listrik AC yang dibangkitkan oleh
pusat-pusat pembangkit terdiri dalam 3 (baca:3 fasa), urutan fasanya
disimbolkan huruf R, S, T dan biasanya diikuti kawat netral (N),
tergantung hubungannya berbentuk ∆ atau Î¥.
Pada jaringan kabel tenaga listrik masih memungkinkan dilewatkan sinyal
frekuensi diatas 60 Hz sampai orde beberapa MHz. Fakta tersebut
menunjukkan bahwa pada jaringan tenaga listrik masih terdapat kapasitas
frekuensi yang tidak digunakan. Teknologi PLC memanfaatkan kanal
frekuensi yang tidak digunakan tersebut sebagai frekuensi transmisinya.
Umumnya frekuensi yang digunakan berkisar antara 9kHz- 200Mhz
Perangkat PowerLine Communication
Perangkat-perangkat yang dibutuhkan dalam merealisaikan
jaringan PLC yaitu Base Station, Modem, Repeater, dan Gateway. Base
Station dan Modem adalah perangkat dasar dari sistem PLC. Tugas utama
dari perangkat dasar adalah persiapan sinyal dan konversinya yang untuk
selanjutnya ditransmisikan melalui kabel listrik dan akan ditangkap di
penerima. Berikut ini penjelasan fungsi dari masing-masing perangkat
PLC: t;o:p>
A. Modem
Sebuah Modem PLC merupakan alat dasar
komunikasi data yang digunakan oleh pengguna melalui media transmisi
kabel listrik. Pada sisi pengguna ada beberapa standard interface yang
dapat digunakan, misalnya Ethernet dan USB dan RJ45. Pada sisi lainnya
Modem PLC ini dihubungkan dengan kabel listrik yang menggunakan metode
kopling khusus sehingga dapat menginjeksikan sinyal data ke media kabel
listrik dan dapat diterima di sisi penerima.
Kopling tersebut berguna untuk memastikan pemisahan listrik dengan
aman dan juga berguna sebagai high pass filter yang memisahkan sinyal
komunikasi diatas frekuensi 9 kHz dari frekuensi daya listrik 50 atau 60
Hz. Untuk mengurangi emisi elektromagnetik dari saluran listrik,
kopling tersebut bekerja diantara 2 fasa pada area akses dan antara
sebuah fasa dan pada konduktor yang netral di area dalam rumah. Modem
PLC ini melakukan semua fungsinya pada layer fisik termasuk modulasi dan
pengkodean. Data link juga dilakukan pada Modem PLC ini termasuk MAC
(Medium Access Control) dan LLC (logical Link Control) sublayer
B. Base Station
Sebuah Base Station PLC menghubungkan sistem akses dari PLC ke jaringan
backbone. Base Station ini merealisasikan hubungan antara jaringan
komunikasi backbone dan media transmisi kabel listrik. Namun, Base
Station tidak menghubungkan perangkat pengguna secara sendiri, tetapi
dapat menyediakan jaringan komunikasi multiple, seperti xDSL, SDH untuk
koneksi jaringan kecepatan tinggi, WLL untuk koneksi wireless, dan
lainnya. Dengan cara ini, sebuah Base Station dapat digunakan untuk
merealisasikan hubungan dengan jaringan Backbone menggunakan teknologi
komunikasi yang bervariasi.
Biasanya Base Station mengontrol jaringan akses PLC. Namun, realisasi
dari jaringan kontrol atau fungsi khususnya dapat direalisasikan dalam
cara terdistribusi. Pada kasus khusus setiap Modem PLC dapat mengambil
alih kontrol sebuah jaringan operasi dan perealisasian hubungan dengan
jaringan backbone
C. Repeater
Dalam
beberapa kasus, jarak antara pengguna PLC yang ditempatkan di jaringan
layanan low-voltage dan Base Station terlalu jauh untuk saling
terhubung. Agar dapat terealisasi maka dibutuhkan beberapa Repeater.
Repeater berfungsi membagi jaringan menjadi beberapa segmen, dan dapat
mengubah jangkauan yang dapat dicakupi oleh jaringan sistem PLC. Segmen
atau tingkatan pada jaringan dipisah dengan menggunakan frekuensi yang
berbeda-beda. Cara kerjanya yaitu Repeater menerima sinyal transmisi
pada frekuensi f1, dikuatkan dan diinjeksikanke jaringan namun dalam
bentuk frekuensi f2. Namun, Repeater tidak mengubah isi dari informasi
yang ditransmisikan
D. Gateway
Ada 2 pendekatan untuk koneksi yang dapat dilakukan oleh pengguna PLC melalui soket dinding ke jaringan sistem PLC:
1. Direct connection, yaitu koneksi langsung
2. Indirect connection over a Gateway, yaitu koneksi melalui Gateway
Pada
kasus pertama, Modem PLC langsung dihubungkan ke seluruh jaringan
Lowvoltage dan juga langsung terkoneksi ke Base Station. Tidak ada
pembagian antara area outdoor dan indoor, dan sinyal komunikasi
ditransmisikan melalui unit Power meter. Namun, layanan pada jaringan
Power Supply indoor dan outdoor sangatlah berbeda, yang dikarenakan
masalah tambahan lain yaitu karakteristik dari saluran transmisi dan
masalah kesesuaian elektromagnet.
Oleh karena itu, pada sistem indirect connection digunakan sebuah
Gateway dan sering digunakan sebagai solusi untuk the direct
connection. Gateway digunakan untuk membagi jaringan akses PLC dengan
jaringan PLC di dalam gedung atau rumah. Gateway juga mengkonversikan
atau mengubah sinyal yang ditransmisikan antara frekuensi yang digunakan
wilayah akses dan area gedung atau rumah. Biasanya diletakkan dekat
dengan meteran listrik. Fungsi tambahan lainnya yaitu memastikan
pembagian akses dalam sebuah rumah atau gedung pada logical network.
Sehingga, Modem PLC yang ada pada area ruang lingkup sebuah gedung atau
rumah dapat saling berkomunikasi tanpa khawatir informasi akan keluar ke
area akses. Pada kasus ini, sebuah Gateway PLC berfungsi sebagai local
Base station yang mengontrol komunikasi antara Modem PLC internal dan
juga antar alat internal dan sebuah akses network. Umumnya sebuah
Gateway dapat diletakkan dimanapun di dalam jaringan akses PLC untuk
menyediakan sinyal regenerasi(fungsi sebagai Repeater) dan juga pembagi
jaringan pada level logical. Dengan cara ini, sebuah PLC dapat dibagi
menjadi beberapa subnetwork yang menggunakan media transmisi fisik yang
sama
Pada gambar diatas dapat dilihat, kedua Gateway dioperasikan
sebagai Repeater yang mengkonversikan sinyal transmisi antar frekuensi
f1 dan f2(atau f2 dan f3), sama baik dengan f2 dan f3(atau f2 dan f3).
Komunikasi antar anggota dari subnetwork dan Base station sangat mungkin
jika melalui Gateway yang bertanggung jawab Namun, jaringan tersebut
dapat diatur sehingga Base Station tersebut langsung mengontrol sejumlah
pengguna (subnetwork I). Gateway tersebut dihubungkan ke jaringan
dengan cara yang sama seperti Repeater. Kesimpulannya, jumlah yang
meningkat dari Gateway dalam sebuah jaringan PLC mengurangi kapasitas
dan mengakibatkan biaya yang tinggi. Namun, saat Repeater hanya
menyediakan sinyal sederhana yang diteruskan, Gateway dapat menyediakan
layanan pembagian secara pintar pada sumber jaringan yang ada, dan
memastikan jaringan yang lebih efisien
Struktur dan Topologi Jaringan PLC
a. Topologi Jaringan Penyaluran Tegangan Rendah
Jaringan penyaluran tegangan rendah menggunakan berbagai tipe kabel
transformer yang berbeda-beda. Semua dipasang dengan menyesuaikan pada
standard . Masing-masing tempat/ Negara berbeda standard tergantung
beberapa faktor :
1. Lokasi Jaringan, Jaringan PLC bisa
ditempatkan pada area, perumahan, industri atau bisnis, urban dan
rural. Masing-masing memiliki karakteristik meliputi jenis layanan,
jumlah pengguna yang berbeda.
2. Kepadatan Subscriber, untuk masing-masing area juga memiliki kepadatan berbeda.
3. Panjang Jaringan, jarak antar unit trafo dengan costumer berbeda secara significant untuk area urban dan rural.
4.
Design Jaringan, Jaringan LV mempunyai jumlah cabang (network section)
yang bervariasi.Bentuk jaringan LV yang umum adalah sebagai berikut:
b. Management Jaringan Akses PLC
1. Posisi Base Station
Base Station menghubungkan sistem akses PLC ke jaringan backbone (WAN)
dan sesuai, merupakan sentral dalam struktur jaringan PLC. Ada beberapa
kemungkinan letak Base Station:
1. Base Station ditempatkan pada
unit transformer, menghubungkan ke WAN dan jaringan akses PLC pada
topologi jaringan penyaluran tegangan rendah
2. Base Station ditempatkan pada jalur tegangan rendah.
Jika Base Station tidak ditempatkan pada unit transformer, titik
sentral (titik koneksi ke Backbone) dari jaringan PLC dipindahkan ke
tempat lain dalam jaringan. BS dapat pindah namun hanya disepanjang
kabel saluran tenaga.
c. Segmentasi Jaringan dengan Gateway
Dalam
kasus ini Gateway mengontrol jaringan PLC serta melakukan koneksi dengan
sentral Base Station. Repeater dan Gateway diaplikasikan pada jaringan
akses PLC dan membagi dalam segmen-segmen jaringan yang pendek.
Faktor batasan realisasi segmentasi jaringan menjadi masalah
interfensi antar jaringan yang berdekatan. Maka perlu dipisahkan dengan
spektrum frekuensi yang lebar.
Struktur Jaringan PLC dalam gedung
Beberapa kelebihan jaringan PLC dalam rumah:
• Media transmisi sudah tersedia dalam jaringan listrik gedung
•
Jaringan PLC dalam sebuah gedung dihubungkan ke jaringan akses via
Gateway, tidak hanya ke sistem PLC tetapi juga bisa dihubungkan ke
teknologi akses lainnya (DSL).
• Jaringan PLC dalam sebuah gedung bisa berdiri secara mandiri.
• Memungkinkan realisasi tanpa Base Station
GALAXY_111020272
SIMULASI PERENCANAAN INFRASTRUKTUR LAN ITTELKOM BERBASIS POWER LINE COMMUNICATION (PLC)
maaf maaf jika ada kesalahan maklum masih amatir.